uus07khasanah

OBAT TRADISIONAL

Daun Tawa, Si Penurun Panas

 dadap02

 

Bagi warga Desa Ndukuh Cilacap, nama daun tawa sangatlah tidak asing. Sebagai salah satu warga desa tercinta ini, saya ingin menceritakan sebuah pengobatan tradisional yang sering kali dimanfaatkan oleh warga dan sudah ada sejak jaman dahulu, sebelum jaman penjajahan Belanda. Lalu, untuk apa sebenarnya daun tawa ini ? bagaimana caranya daun ini dapat digunakan sebagai obat tradisional ? Daun tawa secara tradisional dimanfaatkan oleh warga untuk mengobati panas tinggi, terutama bagi anak-anak. Bagaimana caranya ? beberapa helai daun tawa yang belum terlalu tua direndam dalam semangkok air dingin selama kurang lebih 30 menit, kemudian ditumbuk kasar dan diletakkan di atas kening si sakit. Alhasil dalam waktu yang tidak terlalu lama, panas tubuh si sakit akan turun dan berangsur-angsur normal. Memang tidak semua pasien dapat sembuh dengan pengobatan ini, hal ini di pengaruhi oleh jenis dan tingkat keparahan dari sakit yang di derita.

Sayangnya saat ini hanya sedikit warga yang masih melakukan pengobatan dengan cara tersebut. Hal ini karena semakin baiknya tingkat pengetahuan dari warga dan mungkin agak banyak terpengaruh modernisasi, warga lebih sering langsung memeriksakan diri atau keluarga yang sakit ke dokter atau memilih mengkonsumsi obat-obat yang dijual bebas di warung-warung. Padahal, kalau untuk demam, daun tawa bisa menjadi obat yang cukup manjur. Turunnya panas tubuh setelah diobati dengan daun tawa ini dimungkinkan ada suatu senyawa yang terkandung di dalam daun tawa yang berfungsi untuk menurunkan demam. Berdasarkan penelitian, daun tawa mengandung beberapa senyawa, antara lain : alkaloid, eritradina, eritrina, eritramina, hipaforina, dan erisovina. Rasanya pahit, bersifat mendinginkan, dan membersihkan darah. Selain sebagai obat demam, dengan kandungan yang dimliki ia juga dapat digunakan untuk mengobati sakit perut, cacingan, disentri, nifas, meringankan rematik, dan melancarkan asi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: